Tablet
Sirup
Sirup
Coromecytin
KOMPOSISI
Tiap sendok takar (5 ml) suspensi mengandung :
Kloramfenikol palmitat setara dengan Kloramfenikol 125 mg
Simethicone, Sodium citrate, Kombinasi Microcrytalline cellulose dan Carboxymethyl cellulose sodium, Citric acid anhydrate, Xanthan gum, Methylparaben, Propylparaben, Sucrose, Polysorbate 80, Ethyl maltol, Raspberry essence, Pineapple flavour, Strawberry essence, Ponceau 4R CI.
Kloramfenikol palmitat setara dengan Kloramfenikol 125 mg
Simethicone, Sodium citrate, Kombinasi Microcrytalline cellulose dan Carboxymethyl cellulose sodium, Citric acid anhydrate, Xanthan gum, Methylparaben, Propylparaben, Sucrose, Polysorbate 80, Ethyl maltol, Raspberry essence, Pineapple flavour, Strawberry essence, Ponceau 4R CI.
FARMAKOLOGI
Kloramfenikol merupakan antimikroba spektrum luas yang aktif terhadap bakteri gram positif dan gram negatif. Mekanisme kerjanya adalah menghambat sintesa protein sel mikroba.
INDIKASI
– Pilihan utama untuk pengobatan tipus, paratipus.
– Infeksi berat yang disebabkan oleh :
a. Salmonella sp.
b. H. influenza (terutama infeksi meningeal).
c. Ricketsia.
d. Lymphogranuloma-psitachosis.
e. Gram negatif yang menyebabkan bakterimia meningitis.
– Infeksi berat yang disebabkan oleh :
a. Salmonella sp.
b. H. influenza (terutama infeksi meningeal).
c. Ricketsia.
d. Lymphogranuloma-psitachosis.
e. Gram negatif yang menyebabkan bakterimia meningitis.
INTERAKSI OBAT
Kloramfenikol menghambat biotransformasi senyawa lain yang dimetabolisme oleh enzim microsoma hati seperti dikumarol, fenitoin, tolbutamid dan turunan sulfonilurea lainnya.
KONTRA INDIKASI
– Penderita yang hipersensitif terhadap kloramfenikol.
– Penderita gangguan faal hati yang berat.
– Penderita gangguan ginjal yang berat.
– Penderita gangguan faal hati yang berat.
– Penderita gangguan ginjal yang berat.
EFEK SAMPING
– Diskrasia darah terutama aplastik anemia yang dapat menjadi serius dan fatal.
– Gangguan gastrointestinal misalnya : mual, muntah, diare.
– Reaksi hipersensitif lainnya misalnya anafilaktik, urtikaria.
– Sindroma grey pada bayi baru lahir, terutama bayi prematur.
– Gangguan gastrointestinal misalnya : mual, muntah, diare.
– Reaksi hipersensitif lainnya misalnya anafilaktik, urtikaria.
– Sindroma grey pada bayi baru lahir, terutama bayi prematur.
PERINGATAN & PERHATIAN
– Tidak dianjurkan penggunaan untuk wanita hamil dan menyusui karena keamanannya belum dapat dipastikan.
– Pemakaian jangka panjang perlu dilakukan pemeriksaan hematologi secara berkala.
– Hanya digunakan untuk infeksi yang sudah jelas penyebabnya kecuali bila ada kemungkinan infeksi berat.
– Perlu dilakukan pengawasan terhadap kemungkinan timbulnya super infeksi dengan bakteri dan jamur.
– Hati-hati penggunaan pada penderita gangguan fungsi ginjal dan hati, bayi yang lahir prematur dan bayi baru lahir (2 minggu pertama).
– Tidak untuk pencegahan infeksi, pengobatan influenza, batuk dan pilek.
– Pemakaian jangka panjang perlu dilakukan pemeriksaan hematologi secara berkala.
– Hanya digunakan untuk infeksi yang sudah jelas penyebabnya kecuali bila ada kemungkinan infeksi berat.
– Perlu dilakukan pengawasan terhadap kemungkinan timbulnya super infeksi dengan bakteri dan jamur.
– Hati-hati penggunaan pada penderita gangguan fungsi ginjal dan hati, bayi yang lahir prematur dan bayi baru lahir (2 minggu pertama).
– Tidak untuk pencegahan infeksi, pengobatan influenza, batuk dan pilek.
ATURAN PAKAI
– Dewasa, anak-anak dan bayi berumur di atas 2 minggu : 50 mg/kg bb/hari dalam dosis terbagi 3 - 4 x sehari.
– Bayi berumur di bawah 2 minggu : 25 mg/kg bb/hari dalam dosis terbagi 4 x sehari.
Atau menurut petunjuk dokter.
Setelah dibuka, disarankan dikonsumsi dalam waktu 7 hari.
– Bayi berumur di bawah 2 minggu : 25 mg/kg bb/hari dalam dosis terbagi 4 x sehari.
Atau menurut petunjuk dokter.
Setelah dibuka, disarankan dikonsumsi dalam waktu 7 hari.
KEMASAN
Suspensi :
Botol @ 60 ml
No. Reg. : DKL 7204200533 A1
Botol @ 60 ml
No. Reg. : DKL 7204200533 A1
CARA PENYIMPANAN
Simpan pada suhu di bawah 30ºC dan terlindung dari cahaya.
Krim
Tablet
Tablet
Ponalar
KOMPOSISI
Tiap kaplet salut selaput PONALAR FORTE mengandung :
Asam mefenamat ............................................................................... 500 mg
Asam mefenamat ............................................................................... 500 mg
KEMASAN
Dus isi 10 strip @ 10 kaplet
NIE
DKL 9004205209 A1
OBAT INI HANYA BISA DIBELI DENGAN RESEP DOKTER.
Silakan menghubungi kami melalui ethical@coronet.co.id untuk informasi lebih lanjut terkait komposisi produk.
Tablet
Tablet
Prednison
PEMERIAN
Tablet bulat, biconvex, tidak berbau, rasa pahit, warna merah muda pucat.
KOMPOSISI
Tiap tablet mengandung :
Prednisone ........................................................................................ 5 mg
Microcrystalline cellulose, Maize starch, Dibasic Calcium phosphate, Kollidon K-30, Lactosa, Magnesium stearate, Methylparaben, Sodium starch glycolate, Talc, Polysorbate 80, Eurocert carmoisine, Eurocert tartrazine.
Prednisone ........................................................................................ 5 mg
Microcrystalline cellulose, Maize starch, Dibasic Calcium phosphate, Kollidon K-30, Lactosa, Magnesium stearate, Methylparaben, Sodium starch glycolate, Talc, Polysorbate 80, Eurocert carmoisine, Eurocert tartrazine.
FARMAKOLOGI
Prednisone merupakan kortikosteroid sistemik dengan efek glukokortikoid dan anti inflamasi. Mekanisme kerja dengan mempengaruhi sintesa protein kortikosteroid bereaksi dengan reseptor protein yang spesifik dalam sitoplasma sel jaringan dan membentuk kompleks reseptor steroid.
INDIKASI
Keadaan alergi, peradangan dan penyakit lain yang membutuhan pengobatan dengan glukokortikoid seperti reumatik, penyakit kolagen, penyakit kulit.
KONTRA INDIKASI
- Penderita hipersensitif terhadap obat ini.
- Peptic ulcer, active tuberculosis, osteoporosis, gangguan saraf, gangguan ginjal, jantung.
- lnfeksi fungsi sistemik, herpes simplek okuler.
- Peptic ulcer, active tuberculosis, osteoporosis, gangguan saraf, gangguan ginjal, jantung.
- lnfeksi fungsi sistemik, herpes simplek okuler.
EFEK SAMPING
- Gangguan cairan dan elektrolit. Retensi natrium dan cairan kehilangan kalium. alkalosis hipokalemia, hipertensi, kegagalan kongesti jantung.
- Muskuloskeletal : otot lemas, miopati steroid, kehilangan masa otot, osteoporosis, kompressi fraktur vertebral, fraktur patologik pada tulang panjang.
- Gastrointestinal : peptic ulcer, dengan kemungkinan perforasi dan pendarahan, pankreatitis, distensi abdominal, esofagotis ulseratif.
- Dermatologi : kegagalan penyembuhan Iuka, kulit mudah menipis, eritema muka, keringatan bertambah.
- Neurologi : kejang tekanan intrakranial bertambah dengan edema papil (pseudo tumor cerebri), vertigo dan sakit kepala.
- Endokrin : Menstruasi tidak teratur, pertumbuhan pada anak-anak terhambat, adrenokortikoid sekunder dan pituitary non responsif terutama stress, trauma dan pembedahan atau sakit, penurunan toleransi karbohidrat.
- Pada mata : katarak subkapsular posterior, tekanan intraokuler bertambah, glaukoma dan exoftalmus.
- Metabolik : keseimbangan Nitrogen negatif karena katabolisme protein.
- Reaksi hipersensitif : reaksi anafilaktik.
- Muskuloskeletal : otot lemas, miopati steroid, kehilangan masa otot, osteoporosis, kompressi fraktur vertebral, fraktur patologik pada tulang panjang.
- Gastrointestinal : peptic ulcer, dengan kemungkinan perforasi dan pendarahan, pankreatitis, distensi abdominal, esofagotis ulseratif.
- Dermatologi : kegagalan penyembuhan Iuka, kulit mudah menipis, eritema muka, keringatan bertambah.
- Neurologi : kejang tekanan intrakranial bertambah dengan edema papil (pseudo tumor cerebri), vertigo dan sakit kepala.
- Endokrin : Menstruasi tidak teratur, pertumbuhan pada anak-anak terhambat, adrenokortikoid sekunder dan pituitary non responsif terutama stress, trauma dan pembedahan atau sakit, penurunan toleransi karbohidrat.
- Pada mata : katarak subkapsular posterior, tekanan intraokuler bertambah, glaukoma dan exoftalmus.
- Metabolik : keseimbangan Nitrogen negatif karena katabolisme protein.
- Reaksi hipersensitif : reaksi anafilaktik.
INTERAKSI OBAT
- Pemakaian aspirin bersama dengan kortikosteroid tidak dianjurkan pada penderita kolitis ulseratif non spesifik.
- Rifampicin, phenytoin, phenobarbital dapat mempercepat metabolisme kortikosteroid.
- Pemberian vaksin bersama kortikosteroid dapat menyebabkan vaksin tidak bekerja.
- Rifampicin, phenytoin, phenobarbital dapat mempercepat metabolisme kortikosteroid.
- Pemberian vaksin bersama kortikosteroid dapat menyebabkan vaksin tidak bekerja.
PERINGATAN & PERHATIAN
- Hindari penghentian pemberian secara tiba-tiba pada pemakaian jangka panjang.
- Hati-hati pemakaian pada anak-anak yang masih dalam pertumbuhan.
- Tidak dianjurkan diberikan kepada wanita hamil dan menyusui.
- Penggunaan kortikosteroid jangka panjang mungkin menyebabkan katarak subkapsular posterior, glaukoma, dengan kemungkinan kerusakan pada syaraf mata dan dapat meningkatkan infeksi okuler sekunder karena fungi dan virus.
- lnsufisiensi adrenokortikol sekunder karena pemakaian obat ini mungkin dapat dikurangi dengan menurunkan dosis secara bertahap.
- Hati-hati penggunaan kortikosteroid pada penderita diabetes mellitus karena dapat meningkatkan glukoneogenesis dan mengurangi sensitivitas terhadap insulin.
- Pemakaian kortikosteroid pada penderita hipotiroid dan sirosis dapat meningkatkan efek kortikosteroid.
- Hati-hati penggunaan pada penderita gagal jantung, penyakit infeksi, gagal ginjal kronis dan usia lanjut.
- Hati-hati pemakaian pada anak-anak yang masih dalam pertumbuhan.
- Tidak dianjurkan diberikan kepada wanita hamil dan menyusui.
- Penggunaan kortikosteroid jangka panjang mungkin menyebabkan katarak subkapsular posterior, glaukoma, dengan kemungkinan kerusakan pada syaraf mata dan dapat meningkatkan infeksi okuler sekunder karena fungi dan virus.
- lnsufisiensi adrenokortikol sekunder karena pemakaian obat ini mungkin dapat dikurangi dengan menurunkan dosis secara bertahap.
- Hati-hati penggunaan kortikosteroid pada penderita diabetes mellitus karena dapat meningkatkan glukoneogenesis dan mengurangi sensitivitas terhadap insulin.
- Pemakaian kortikosteroid pada penderita hipotiroid dan sirosis dapat meningkatkan efek kortikosteroid.
- Hati-hati penggunaan pada penderita gagal jantung, penyakit infeksi, gagal ginjal kronis dan usia lanjut.
ATURAN PAKAI
Dewasa : 1 - 4 tablet sehari atau menurut petunjuk dokter.
Dosis diturunkan secara bertahap sampai dosis terendah efektif.
Dosis diturunkan secara bertahap sampai dosis terendah efektif.
OVERDOSIS
Tidak ada antidot yang spesifik, jika terjadi overdosis pemberian obat dihentikan dan pengobatan dilakukan secara simptomatik.
CARA PENYIMPANAN
Simpan pada suhu di bawah 30°C dan terlindung dari cahaya.
KEMASAN
Botol plastik isi 100 tablet No. Reg : GKL 7204217410 A1
HARUS DENGAN RESEP DOKTER !
HARUS DENGAN RESEP DOKTER !
Obat Keras
Obat keras adalah kategori obat yang tidak dipasarkan untuk masyarakat umum. Untuk memperoleh obat dalam kategori ini, diperlukan resep dari dokter.
CORMETISON 4
Coromecytin
Fasolon
Ponalar
Prednison
ROGENCIN
